Ternyata Tanaman Juga Bisa Kena Kanker, Ini Penjelasan Ilmiahnya!
Ketika mendengar kata kanker, yang terbayang biasanya adalah penyakit serius yang menyerang manusia atau hewan. Namun, tahukah Anda bahwa tanaman juga bisa mengalami kondisi yang mirip kanker?
Meski sama-sama melibatkan pertumbuhan sel yang tidak normal, "kanker" pada tanaman memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan kanker pada manusia.
Apa Itu Kanker pada Manusia?
Pada manusia, kanker terjadi ketika materi genetik atau DNA di dalam sel mengalami perubahan. Kerusakan ini bisa muncul saat sel memperbanyak diri atau akibat paparan faktor lingkungan seperti sinar ultraviolet dari matahari maupun bahan kimia tertentu.
Perubahan tersebut membuat sel kehilangan kendali. Sel terus tumbuh dan membelah tanpa henti, bahkan tidak mati ketika seharusnya sudah waktunya mati. Akibatnya, terbentuklah tumor yang menyerap nutrisi dan oksigen dari jaringan sehat di sekitarnya.
Dalam banyak kasus, sel kanker juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui proses yang disebut metastasis. Inilah yang membuat kanker menjadi penyakit yang sangat berbahaya.
Bagaimana dengan Tanaman?
Tanaman memang dapat mengalami pertumbuhan jaringan yang tidak normal, tetapi para ilmuwan biasanya tidak menyebutnya sebagai kanker dalam pengertian yang sama seperti pada manusia. Kondisi ini lebih sering dikenal sebagai gall atau benjolan abnormal pada jaringan tanaman.
Penyebabnya pun berbeda. Jika kanker manusia umumnya dipicu oleh mutasi DNA dari dalam tubuh, benjolan pada tanaman sering kali muncul akibat serangan organisme lain seperti bakteri, virus, atau serangga.
Salah satu contoh yang paling dikenal adalah crown gall disease, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Agrobacterium tumefaciens. Bakteri ini masuk melalui luka pada tanaman lalu menyisipkan sebagian DNA miliknya ke dalam sel tanaman. Akibatnya, sel-sel tanaman mulai membelah secara berlebihan dan membentuk benjolan menyerupai tumor.
Mengapa Kanker Tanaman Jarang Mematikan?
Kabar baiknya, kondisi semacam ini biasanya tidak seberbahaya kanker pada manusia atau hewan.
Ada beberapa alasan mengapa "kanker" pada tanaman sulit menyebar. Pertama, setiap sel tanaman memiliki dinding sel yang kaku dan kuat, tersusun dari selulosa. Struktur ini membuat sel tidak dapat bergerak bebas ke bagian lain tanaman sebagaimana sel kanker pada tubuh manusia dapat berpindah melalui aliran darah atau sistem limfatik.
Kedua, tanaman memiliki kemampuan alami untuk mengisolasi jaringan yang rusak atau terinfeksi. Bagian yang bermasalah dapat "dikarantina" sehingga tidak mengganggu keseluruhan organisme.
Selain itu, tanaman juga memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa. Banyak jaringan yang rusak dapat digantikan dengan jaringan baru tanpa mengancam kelangsungan hidup tanaman secara keseluruhan.
Pelajaran dari Dunia Tumbuhan
Meski sama-sama menghasilkan pertumbuhan sel yang tidak normal, kanker pada tanaman dan manusia bekerja dengan cara yang sangat berbeda. Tanaman memang bisa membentuk benjolan mirip tumor, tetapi struktur tubuh mereka membuat kondisi tersebut jarang menyebar dan jarang berakibat fatal.
Fenomena ini menunjukkan betapa uniknya mekanisme pertahanan yang dimiliki tumbuhan. Di balik kesan diam dan pasif, tanaman ternyata memiliki strategi biologis yang sangat efektif untuk menghadapi gangguan dari lingkungan sekitarnya.
Sumber: https://www.livescience.com/planet-earth/plants

Komentar
Posting Komentar