Makan Malam Lebih Awal atau Lebih Larut? Apa Kata Sains?
Makan malam sering dianggap sekadar persoalan selera dan kebiasaan. Ada yang terbiasa makan pukul 18.00, sementara sebagian lainnya baru duduk di meja makan setelah pekerjaan selesai, bahkan mendekati tengah malam. Namun, penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa tubuh tidak sepenuhnya netral terhadap perbedaan waktu tersebut. Bukan hanya apa yang kita makan dan berapa banyak yang masuk ke tubuh, tetapi juga kapan kita makan ternyata ikut menentukan bagaimana makanan diproses. Di sinilah muncul bidang penelitian yang disebut chrononutrition , yakni ilmu yang mempelajari hubungan antara waktu makan, jam biologis atau circadian rhythm , dan kesehatan metabolik. Pertanyaannya kemudian sederhana: kalau begitu, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk makan malam? Jawabannya ternyata tidak sesederhana menunjuk satu angka pada jam. Tubuh Tidak Bekerja dengan Cara yang Sama Sepanjang Hari Setiap manusia memiliki sistem pengatur waktu internal yang disebut ritme sirkadian. Jam bio...